Pages

Ads 468x60px

cerita adalah gambaran atas diri kita

Kamis, 19 Januari 2012

MANUSIA SEUTUHNYA LAGI.


Bintang berpijaran. Bulan purnama langkah demi langkah muncul menampakkan utuh dan kuasanya malam itu.
Insane dibawahnya pun rasakan itu. Begitu terangnya luna malam ini. Menerangi bumi ini. Dengan cahaya yang penuh misteri.
Mata seorang lelaki terpejam. Disebuah taman , ia duduk sendiri. Kepalanya sakit tak tertahan hingga ia meremas rambut ikalnya ‘tuk tandingi rasa sakit itu. Saat rasa sakit itu tak kunjung menghilang kedua telapak tangannya terasa tersayat-sayat. Tinggalkan bekas goresan yang tertuliskan –kegelapan- . kemudian sekujur tubuhnya membeku –tak bergerak. Kaku-. Akhirnya ia hanya bias terbaring tak berdaya di tanah penuh rumput hijau.
***
Perlahan –lahan ia kembali dapat menggerakkan tubuhnya. Rasa sakit pun hilang. Namun keanehan yang kini menghinggapinya. Tanpa kesadarannya ia memeluk kakinya menenggelamkan kepalanya diantara kakinya & rasakan semacam energy aneh dalam tubuhnya.
Ketika ia menegakkan kepala, mata kecoklatannya berubah merah api menyala. Dengan bintang segi enam dalam kornea mata. Sayap hitam pertanda kegelapan merekah bagai bunga mawar hitam. Dan ia berdiri. Berjalan tenag. Tak disadari, dunia menolak kehadirannya. Dengan tanaman rumput hijau yang layu & menghitam saat langkahnya telah melewati  hiasan tanah itu. Bunga merah muda yang Nampak indah. Ia sentuh dan enggan. Hinggga berakhir layu juga hitam.
Senyumnya berkembang. Ia pun terbang. Laksana gagak, ia lemparkan tajam tatapan keseluruh penjuru. Dan ia turun. Berjalan disebuah pemakaman. Seorang gadis menangis dimakam seorang nyonya yang wafat diumur 69 tahun. –mungkin nyonya itu ibunya.- fikirnya. Ia dekati gadis itu. Ia sentuh pundaknya.
Gadis itu menoleh. Seketika itu, terkejutlah ia.
Shock tampak diwajahnya yang mungil.
Guncangan terjadi pada gadis tersebut setelah itu. Matanya terpejam  dan jiwanya telah beristirahat disurga.
Raganya yang utuh tanpa goresan itu. Sedikit demi sedikit menghilang bagai pasir yang ditiup angin dan meniup juga sayap lelaki itu. Satu jiwa tumbang ditangannya. Pembunuhan makhluk yang ditolak oleh alam terjadi. Dan mata maya manusia tak bisa ungkapkan itu. Tanpa sayap pun lelaki itu hanya menyisakan mata mengerikan yang seper sekian detik kemudian juga hilang. Di barengi riuh burung gagak meninggalkan tempat malamnya. Pagi datang. Tirai cahaya binar menjelang. Jiwa kelam dalam dirinya hilang. Dan ia kembali jadi
MANUSIA SEUTUHNYA LAGI.

0 komentar:

Posting Komentar