Disebuah dermaga terduduk seorang cewek diujung sebuah
jembatan. Dimana menjadi tempat kapal-kapal kecil terhenti. Ia menerawang
disamudera nan jauh itu. Suara riuh perkotaan dibelakangnya hanya jadi angin
lalu yg menerpa telinganya. Sunyi,tenang dan sendiri. Itulah yang ingin ia
rasakan. Tiba-tiba cahaya terang mendekatinya,merubah tempat yg tadinya hanya
temperam karena cahaya bulan dan bintang kini begitu terang karena lentera yg
dibawa seorang lelaki yg begitu ia kenal.
"ada apa?" kata cewek itu tanpa menoleh.
"tidak ada apa-apa.aku hanya mau tanya kenapa kau menghindar dari kegembiraan itu?" jawab juga tanya lelaki itu duduk menjajarinya.
Cewek itu pun memalingkan pandangannya pada lelaki itu, dan pandangan mereka pun bertemu.
"apakah ada kegembiraan untukku setelah semua ini terjadi?" dijawab tanya oleh cewek itu.sejenak diam terasa. Matanya berubah berkaca-kaca dan linangan airmata terjadi. Kembali ia memalingkan pandangannya pada samudera yg luas itu.
"ya,engkau benar, bahkan aku hampir bunuh diri karena itu" nada suaranya terdengar rendah & seakan menyalahkan diri sendiri.
"dia begitu cepat menyalakan kembang api hitam itu,saat pelangi masih ada dimalam ini" kembali linangan air mata membasahi pipinya.
"i wish u gonna be Ok." kata terakhir lelaki itu sebelum menghapus air mata dipipinya lalu pergi.
"I never gonna be OK."
"ada apa?" kata cewek itu tanpa menoleh.
"tidak ada apa-apa.aku hanya mau tanya kenapa kau menghindar dari kegembiraan itu?" jawab juga tanya lelaki itu duduk menjajarinya.
Cewek itu pun memalingkan pandangannya pada lelaki itu, dan pandangan mereka pun bertemu.
"apakah ada kegembiraan untukku setelah semua ini terjadi?" dijawab tanya oleh cewek itu.sejenak diam terasa. Matanya berubah berkaca-kaca dan linangan airmata terjadi. Kembali ia memalingkan pandangannya pada samudera yg luas itu.
"ya,engkau benar, bahkan aku hampir bunuh diri karena itu" nada suaranya terdengar rendah & seakan menyalahkan diri sendiri.
"dia begitu cepat menyalakan kembang api hitam itu,saat pelangi masih ada dimalam ini" kembali linangan air mata membasahi pipinya.
"i wish u gonna be Ok." kata terakhir lelaki itu sebelum menghapus air mata dipipinya lalu pergi.
"I never gonna be OK."





























